Semangat Pagi
Semangat Pagi
Salam damai sejahtera bagi kita semua ,Makhluk ciptaan tuhan yang maha sempurna.
Tiada kata yang pantas selain mengucap rasa syukur terhadap nikmat yang tela diberikanNya
sehingga kita bisa melakukan segala aktifitas didunia yang sementara ini.
Kalimat "Subhanallah" tak pernah lupa untuk selalu dilantunkan dalam menjalani kehidupan.
Sejenak kita harus merenungkan apa sebenarnya tujuan hidup didunia ini?
banyak hal yang harus dipelajari,mulai saat kita berada didalam kandungan sampai dimana kita mulai menjalani takdir yang sudah digariskan.
Sejenak penulis ingin bercerita,mengenai makna kehidupan.Dimana saat itu penulis sedang berjalan disore hari,ditengah-tengah sawah yang membentang luas.Saat itu muncul pertaanyaan didalam pikiran "Apa dunia benar-benar sesingkat ini".Ditengah sawah seorang paruh baya yang sedang merunduk dan memegangi alat pencari nafkah.Pakaiannya yang lusuh dan Wajahnya yang terlihat begitu kumuh menjadi saksi betapa beratnya perjalanan hidup yang harus ditempuh didunia ini.Siapa sebenarnya dia? muncul lagi pertanyaan kedua.Dia tak lain adalah orang tua kita,orang tua yang berjemur ditengah terik matahari yang membakar tubuh,namun tidak pernah merasa bahwa tubuhnya akan hancur.Orang tua yang saat itu memberi arti semangat dalam menjalani hari demi hari hingga ajal menjemput.
Di era Modern, banyak anak yang selalu mengabaikan semangat dalam menjalani hidup.Pergaulan bebas yang merajalela,rasa malas yang terus melanda dan kenggenann terhadap sesama,menjadi bukti nyata bahwa rasa kasih dan syukur terhadap tuhan mulai sirna.Orang tua adalah simbol dimana semangat harus terus dilalui meski dalam keadaan sulit.Tak peduli siapa orang tua kita,ada sisi dimana orang tuan selalu mengajarkan kita tentang semangat dalam menjalani kehidupan.
Teringat,saat kecil bahkan orang tua rela tidak makan hanya demi melihat anaknya bisa makan dengan tenang dan bersekolah dengan baik,dengan harapan yang besar yang terpancar dalam pikirannya agar anaknya menjadi anak yang berguna.Namun, tidak sedikit yang mengabaikan apa yang telah orang tua korbankan demi anaknya.Bahkan penulis juga melakukan hal yang sama.
Namun,beberapa saat penulis mulai tersadar,Kemurahan hatimu lah yang menentukan langkah dalam memakna hidup.Banyak cobaan yang tidak akan pernah habisnya,namun Tuhan memberikanmu pilihan menghindar atau justru menghadapinya.Tuhan memberimu orang tua,namun tuhan punya pilihan apakah akan mengabaikan nya atau menjaganya dengan penuh kasih sayang.Karna pada saat kita kehilangan hal terindah dalam hidup,maka terkadang kita meresa kehilangan kebahagiaan yang sesungguhnya.Berdamailah dengan hidup,syukuri apa yang telah kamu miliki.
hal terhebat yang harus kamu miliki didalam dunia ini,tidak hanya sekedar materi,tapi kemurnian hati dari sang Ilahi.
Salam semangat
Regards,
WinartoKun

Komentar
Posting Komentar